Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Harta Karun Ajaib di Tanah Swedia

belajar budaya di swedia

Bermimpi menginjakkan kaki di tanah Swedia? Sebelum itu, kamu perlu membaca sekelumit cerita tentang harta karun ajaib yang akan kamu temui di sana!

Pernah membayangkan tinggal di Gothenburg, kota terbesar kedua di Swedia yang terletak di pantai barat? Jika dilihat di peta, maka akan sangat jelas bahwa kota ini sangat terhubung dengan kota besar lainnya yaitu Copenhagen (Denmark – ditempuh selama 3 jam naik kereta) dan Oslo (Norwegia – ditempuh selama 4 jam naik bus). Di artikel ini Lister akan memaparkan 10 fakta tentang rasanya tinggal di Swedia dan Gothenburg secara spesifik khusus untuk kamu lho.

main qimg a75e9fd351f47ec9233c9708931e69c4 lq

Compact City

Tinggal di Gothenburg rasanya sangat nyaman karena meskipun kota terbesar kedua, namun nyatanya sangat ‘compact’ dan terhubung dengan sangat baik dengan transportasi seperti tram, bus dan kapal ferry (ya kapal Ferry!). Sistem transportasi yang sangat bagus membuat banyak orang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan satu tiket transportasi berlaku untuk semua kendaraan.

main qimg d165e34ba2b3abcbc503917c73de371b lq

Dekat dengan Alam

Di tengah kota banyak terdapat taman dan bahkan taman botanikal yang sangat luas. Untuk mencapai kepulauan barat Swedia (West coast archipelagouga )sangat mudah karena ada kapal ferry setiap hari dari kota ke kepulauan. Sangat mudah sekali kalau ingin berpetualang dan berolahraga di alam, atau hanya jalan-jalan. Bahkan ada beberapa suaka alam di kota berupa hutan maupun danau.

Swedia negaranya sangat luas namun populasinya sedikit. Wisata alamnya sangat luas, terutama di area tengah ke utara. Sebagai perbandingan, luas area Swedia kurang lebih sebesar Pulau Sumatera. Jika Pulau Sumatera punya kurang lebih 50 juta orang, di Swedia hanya ada 10 juta orang dan sebagian besar penduduk tinggal di area tengah ke selatan. Di bagian utara Swedia, juga sangat bisa melihat Aurora Borealis!

“Stockholm is teeming with ways to live more environmentally friendly. Here in the Stockholm Region, buses – which everyone rides – run on biogas from food waste. When we’re not using public transit, we bike everywhere, and we even order groceries from a company that delivers by bike!”

Nicholas, KTH

Orang yang ramah, namun sangat menghargai privasi.

Di Swedia, privasi dan ruang personal sangat dihargai, bukan berarti orang Swedia suka menutup diri. Ketika kamu menyapa orang lain, mengajak bicara maupun membutuhkan bantuan, orang di sini sangat ramah dan suka membantu. Orang Swedia rata-rata sangat suka ngobrol, hanya karena budaya mereka memang menghargai ruang personal terlebih dahulu, sebelum memulai biasanya sedikit pemalu. Namun sebenarnya mereka sangat sosial, terutama jika sudah diajak ‘fika’ – yaitu budaya minum kopi atau teh, makan makanan ringan seperti kue sambil berdiskusi tentang apapun.

Pajak yang tinggi, namun fasilitas yang berpihak pada rakyat

Bagi mereka yang bekerja di Swedia, maka akan dikenakan pajak 24–30% pada gaji mereka. Namun, pendidikan jadi gratis dan fasilitas kesehatan pun subsidinya sangat besar. Ada batas atas biaya kesehatan yaitu sekitar 1,5 juta rupiah. Artinya, jika sebuah biaya kesehatan melebihi angka tersebut, maka pasien tidak perlu membayar lagi. Air pun sudah disediakan pemerintah. Semua air kran di Swedia bisa diminum karena dikelola dengan baik dan sangat bersih.

Cuti melahirkan untuk ayah dan ibu cukup panjang

Cuti melahirkan di Swedia adalah 480 hari (sekitar 16 bulan) dan bisa dibagi untuk ayah dan ibu untuk setiap anak. Selama cuti, gaji juga tetap dibayarkan. Kalau begini, siapa yang tidak kepincut dengan negara ini?

 Cuaca dan iklim yang beragam

Swedia adalah negara yang cukup besar dan membentang dari utara ke selatan. Semakin ke utara, iklim yang dirasakan makin dingin tentunya. Suhu saat musim panas adalah antara 15 sampai 33 derajat Celcius. Sedangkan saat musim dingin antara -8 sampai 10 derajat Celcius. Jika tinggal di utara Swedia seperti Umeå dan Luleå, akan lebih dingin daripada ini. Saat musim dingin, kota-kota di Swedia dihiasi lampu yang indah agar tidak terasa terlalu gelap dan menambah kehangatan.

Saat musim panas, Swedia sangat meriah karena mengadakan banyak festival. Salah satu hari terpenting di Swedia adalah Midsummer yang dirayakan di bulan Juni saat musim panas. Tidak seperti di film horror fiksi Midsommar, perayaan Midsummer di Swedia diisi dengan segala sesuatu yang menyenangkan dan lucu. Seperti kegiatan menari, mendengarkan musik tradisional, makan kue, stroberi, ikan, dan berkumpul bersama teman-teman di luar rumah karena ini merupakan hari dengan sinar matahari terpanjang di sepanjang tahun.

Tinggal di Gothenburg, lebih mahal dari Indonesia, namun tidak lebih mahal dari kota lain di Eropa.

Tentu saja poin ini sangat bergantung pada pribadi masing-masing. Namun hal yang paling menentukan adalah biaya sewa tempat tinggal. Biasanya, pilihan termurah adalah di apartemen. Budaya di Swedia jarang ada yang menggunakan apartemen sharing, melainkan satu kamar untuk satu orang. Untuk menyewa kamar ini berkisar 3000–5000 SEK di Gothenburg (sekitar 4,5 – 6 juta rupiah per bulan). Biasanya sudah termasuk listrik, internet, sistem penghangat ruangan, fasilitas mesin cuci dan dapur.

Penggemar Kopi dan Kue Manis

Budaya minum kopi di Swedia sangat sering dilakukan. Budaya tersebut dinamai fika yang artinya istirahat sambil minum kopi atau teh dan makan snack seperti kue. Menariknya, budaya fika diatur pada jam kerja juga lho! Pukul 9.00 adalah fika pagi, kemudian pukul 14.30 adalah fika sore. Sebenarnya, yang terpenting bukanlah minum kopi atau makanannya, namun kebutuhan bersosialisasi, berbagi cerita dan membicarakan ide untuk merilekskan pikiran. Ini adalah salah satu contoh bahwa Swedia memang berusaha untuk menerapkan hidup yang seimbang antara kerja dan kesehatan pikiran.

Mencintai Lingkungan

Di Swedia, sampah dikelola dengan sangat baik, bahkan setiap orang wajib untuk memilah sampah menjadi 7 macam! Selain itu, sampah juga didaur ulang, atau dibakar di sistem kota dan apartemen untuk sistem penghangat ruangan saat musim dingin. Sekarang sudah banyak bangunan di Swedia yang memilih untuk beralih ke sumber energi terbarukan melalui panel surya. Bahkan bus dan ferry di kota Gothenburg sebagian merupakan bus dan ferry listrik yang di-charge menggunakan energi dari panel surya. Masyarakat Swedia juga memperkenalkan budaya ‘Plogging’ yang merupakan gabungan 2 kata : ‘Plocka‘ dan ‘Jogging‘. ‘Plocka‘ berarti mengambil (sampah). Kegiatan ini intinya adalah berlari sambil mengambil sampah di rute yang dilewati.

Budaya menggunakan ulang suatu barang juga merupakan sesuatu yang sangat besar di Swedia. Sehingga, kita bisa menemukan banyak sekali toko second hand di kota-kota. Jika ada barang di rumah yang tidak terpakai, barang bahkan bisa disumbangkan secara mudah melalui kotak donasi yang tersebar di banyak area perumahan. Adapun beberapa apartemen yang memiliki ruang daur ulang gratis, di mana penghuni yang sudah tidak menggunakan barangnya bisa meletakkan barang di ruangan itu untuk diambil oleh orang lain yang membutuhkan. Budaya ini untuk mengurangi konsumsi yang berlebihan.

Itulah keajaiban yang ditawarkan Swedia untuk mereka yang tinggal di sana. Sangat menarik, bukan?