Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Dunia Itu Luas! Simak Tips Karir Untuk Fresh Graduate Ala HR

karir lister

Dunia itu luas? Tapi kenapa susah cari kerjaan??

*Ucap seseorang yang baru saja lulus dan sudah 5 bulan menganggur

Sebenarnya dunia kerja itu luas sekali, tapi terkadang kita sendiri yang menutup kesempatan itu. Buktinya, kalau dicermati, di grup-grup loker pasti banyak rekan-rekan HR yang memberikan informasi lowongan kerja puluhan posisi setiap harinya bukan? Tapi kok masih ada kasus seperti itu, lalu apa yang salah?

Daripada galau, lebih baik simak tips karir untuk fresh graduate dari HR di bawah ini yuk! Sudah MinLis rangkumin!

dunia itu luas, tips karir ala HR

Jangan Terlalu Idealis

Hidup memang mengajari manusia untuk realistis, fellas! Mereka yang baru saja keluar dari zona perkuliahan yang aman dan dipenuhi jiwa-jiwa muda idealis terkadang susah untuk diajak realistis. Tapi, mau sampai kapan? waktu terus berjalan dan diri terus dihantam kenyataan. Bermimpi yang tinggi, boleh! Tapi jangan terlalu idealis sehingga menyusahkan diri sendiri ataupun orang lain.

Soft Skill Kurang Mendukung

Kendala lain adalah merasa soft skill yang masih kurang sesuai dengan permintaan perusahaan idaman. Solusinya? Coba daftar program-program short course online atau offline untuk mengembangkan soft skill yang relevan dan menunjang karir nantinya.

  • Effective Communication skill
  • Assessment Test (Psikotest)
  • Crticial Thinking
  • Leadership
  • Foreign Language
  • Excel/Libre

Buat Resume yang Menganggumkan dan Sesuai

Bahkan sebelum kelulusan, membuat resume adalah satu hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk mempersiapkan dunia nyata. Tingkatkan peluang di dunia kerja dengan menyoroti pengalaman magang, volunteer, karya, prestasi di resume yang kamu punya. Siapkan juga akun LinkedIn, sehingga perekrut dapat dengan mudah menemukan.

Luangkan waktu juga untuk mempersiapkan dokumen akademik dan pribadi yang akan diminta setelah mendapatkan pekerjaan baru. Dapatkan ijazah, transkrip catatan, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya.

Comfort Zone? Leave it!

Usaha tanpa doa itu seperti berjalan di kegelapan, namun berdoa tanpa berusaha berakhir sia-sia.

Saat lulus, kamu akan merasakan efek kehidupan setelah kuliah. Pertama, tak ada lagi tunjangan bulanan dari orang tua atau beasiswa seperti biasanya. Kamu pun dituntut segera menghasilkan uang dari jerih payah sendiri.

Perjalanan Setelah Memulai Karir

Belajar Menata Anggaran Pribadi

Keterampilan menata anggaran pribadi menjadi keterampilan yang harus kamu kembangkan segera setelah menerima gaji pertama. Kamu perlu tahu persis ke mana uang pergi. Tuliskan berapa banyak yang akan disisihkan untuk tabungan, tagihan, sewa, bahan makanan, dan kebutuhan penting lainnya. Tetap berpegang pada anggaran sehingga tidak perlu hidup dari gaji ke gaji dan membuat diri berhutang.

Menuju Kebebasan Finansial

Bagaimana menjadi orang dewasa yang baik? Ambil langkah pertama menuju kebebasan finansial di awal usia 20-an: buka rekening tabungan, buat dana darurat, dapatkan asuransi jiwa, dan mulailah berinvestasi. Fiuh! Apakah mereka tampak terlalu banyak? Jangan khawatir—kamu dapat mengambil satu langkah pada satu waktu. Tetapi pastikan kamu memiliki tujuan yang jelas kapan Anda ingin mencapainya.

Keindahan mengatur keuangan saat masih muda adalah saat kita punya lebih banyak waktu untuk menumbuhkan uang melalui berbagai sumber pendapatan. Kamu dapat mencapai tujuan keuangan secara lebih cepat, seperti membeli rumah atau pensiun dini.

Temukan Mentor Pertama Kamu

Sebagai pemula yang baru terjun di dunia kerja, kamu akan mendapat banyak manfaat dari memiliki seorang mentor. Jalin hubungan dekat dengan seseorang yang kamu percayai. Mentor yang baik bisa menjadi bos, rekan kerja yang berpengalaman, pemimpin spiritual, profesor, atau yang lainnya. Pengetahuan, pengalaman, dan kebijaksanaan mereka dapat membantu kita tumbuh menjadi orang yang lebih baik.

Jadilah pahlawan dari cerita kita sendiri. Hanya diri sendiri-lah yang bisa menyelamatkan diri dari keterpurukan. Tetapkan batasan yang jelas untuk kehidupan pribadi dan pekerjaan —belajarlah untuk berhenti menyenangkan orang lain. Tetap semangat dan selamat mencoba!