Mau Kuliah di Belanda? Beberapa Beasiswa Ini Bisa Kamu Incar

Mau Kuliah di Belanda? Beberapa Beasiswa Ini Bisa Kamu Incar

lister.co.idMau kuliah di Belanda? Kuliah ke luar negeri, termasuk Belanda, kini bukan angan-angan. Pasalnya, tidak sedikit institusi yang menawarkan program beasiswa. Beasiswa yang ditawarkan pun beragam, baik dalam bentuk fully-funded (gratis plus diberi uang saku bulanan) atau partially-funded (hanya membiayai beberapa komponen saja, umumnya menggratiskan tuition fee).

BACA JUGA: Daftar Wanita yang Sukses Setelah Kuliah ke Luar negeri

Kalau kamu mau kuliah gratis ke negeri kincir angin, berikut beberapa beasiswa tipe fully-funded dan partial funded yang wajib kamu coba. Apa saja?

Mau kuliah di Belanda
freepik.com

Orange Knowledge Program

Dana beasiswa OKP berasal dari pemerintah Belanda dan dikelola oleh Ministry of Foreign Affairs of the Netherlands. Kalau kamu ingin mendaftar beasiswa OKP, pastikan kamu sudah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Beasiswa OKP menawarkan 2 program berbeda yang bisa kamu pilih, yaitu beasiswa short course (durasi program 2 minggu hingga 12 bulan) atau program S2 (durasi program 1 hingga 2 tahun). Ada banyak program studi di berbagai institusi di Belanda yang dapat didanai oleh beasiswa ini. Kamu bisa mengeceknya langsung di website www.studyfinder.nl

Pastikan kamu mengecek informasi mengenai program studi dan institusi pilihanmu di website tersebut karena tiap institusi bisa memiliki persyaratan dan deadline berbeda. Begitu sudah tahu program studi dan institusi yang kamu minati, segera daftarkan dirimu karena beasiswa OKP mensyaratkan kamu sudah mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari institusi pilihanmu terlebih dulu.

Beasiswa OKP diperuntukkan untuk pelamar dari 51 negara berbeda, termasuk Indonesia. Dengan begitu, kamu harus bisa bersaing dengan mereka untuk memperebutkan beasiswa ini. Tiap negara punya bidang studi prioritas yang berbeda. Untuk Indonesia, beberapa bidang yang menjadi prioritas adalah Rule of Law, Water, Agriculture, dan Sustainable Entrepreneurship.

Beasiswa ini men-cover tuition fee, biaya hidup (uang bulanan), tiket pesawat Indonesia-Belanda PP, serta beberapa komponen pembiayaan lain yang diperlukan untuk mendukung studimu di Belanda.

Beasiswa OKP biasanya dibuka 3 kali setiap tahunnya, yaitu pada bulan Februari, Juni, dan September. Aplikasi pada bulan September khusus untuk pendaftar short courses. Untuk informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ini, silakan kunjungi website www.studyinholland.nl/finances/scholarships/highlighted-scholarships/orange-knowledge-programme.

Holland Scholarship (S2, S3)

Holland Scholarship adalah beasiswa yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains bersama dengan universitas riset di Belanda. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa di luar Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) yang ingin melanjutkan gelar sarjana dan magister di Belanda.

Deadline pendaftaran: 1 Mei 2021

Jika fellas berminat untuk melanjutkan studi ke Belanda dengan bantuan Holland Scholarship, pendaftaran lebih lanjut bisa diakses melalui webiste https://www.studyinholland.nl/events.

Orange Tulip Scholarship (S1, S2)

Beasiswa partial funded ini ditujukan untuk WNI yang minat melanjutkan kuliah di Belanda, baik jenjang bachelor atau master di universitas-universitas Belanda.

Cukup banyak perguruan tinggi atau universitas Belanda yang berpartisipasi dalam skema beasiswa ini. Misalnya, Radboud University, Tilburg University, Rotterdam Business School, The Hague University of Applied Sciences, Groningen, Institute of Housing and Urban Development Studies (IHS), University of Twente, Maastricht School of Management, Breda University of Applied Sciences, Amsterdam Business School, University of Groningen, dll.

Deadline pendaftaran: 1 Mei 2021

Kunjungi website resminya: https://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/orange-tulip-scholarship/skema-2021-2020

StuNed

Beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) berasal dari pemerintah Belanda. Beasiswa ini hanya diperuntukkan untuk WNI. Beasiswa ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral pemerintah Belanda dengan pemerintah Indonesia.

Karena persaingan mendapatkan beasiswa ini hanya dengan sesama orang Indonesia, peluangmu untuk lolos beasiswa ini bisa jadi lebih besar. Beasiswa StuNed terbuka untuk fresh graduate. Artinya, kamu gak harus punya pengalaman kerja dulu untuk bisa mendaftar beasiswa ini.

Ada 2 program beasiswa StuNed yang bisa kamu pilih, yaitu program short course (durasi program 2 hingga 12 minggu) dan master course (durasi program 12 hingga 24 bulan). Namun untuk mendaftar, kamu harus memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari universitas di Belanda.

Keuntungan yang ditawarkan StuNed mirip seperti OKP, yaitu tuition fee (maksimal EUR 20.000 per tahun), biaya hidup (uang bulanan), tiket pesawat Indonesia-Belanda PP, dan biaya lain yang diperlukan untuk mendukung studi.

Beasiswa ini dibuka setiap awal tahun, biasanya pada bulan Maret untuk intake di bulan September. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa cari tau langsung di website www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master-1.

Erasmus+

Beasiswa Erasmus+ merupakan beasiswa dari Uni Eropa. Beasiswa ini bisa kamu ambil untuk studi ke berbagai negara Eropa, termasuk ke Belanda. Ada beragam program yang ada, seperti student exchange ataupun program S1, S2, dan S3. 

Beasiswa ini juga meng-cover kuliahmu secara penuh, seperti tuition fee, uang saku bulanan, tiket pesawat PP, asuransi, dan lain-lain. Dari segi finansial, besaran uang saku bulanan yang diberikan Erasmus+ bisa berbeda-beda tergantung negara tujuan dan durasi program.

BACA JUGA:

Sifat Negatif dan Mental yang Harus Dihindari Agar Lolos Beasiswa

Sifat Negatif dan Mental yang Harus Dihindari Agar Lolos Beasiswa

lister.co.id – Bisa kuliah ke luar negeri mungkin masih menjadi impian bagi sebagian besar orang Indonesia, termasuk kamu. Kabar baiknya, saat ini mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah hal sulit lagi seperti dulu. Pasalnya, ada banyak beasiswa ke luar negeri yang bisa kamu coba, fellas.

BACA JUGA: Mentoring Beasiswa Online

Meski begitu, beberapa sifat negatif dan mental berikut harus kamu buang jauh-jauh karena bisa menghalangimu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Apa saja?

BACA JUGA: Penyebab Aplikasi Beasiswa Ditolak Karena Tak Pandai Melihat Peluang

Bersikap Malas

Saat ini, berbagai informasi mengenai universitas dan beasiswa di luar negeri bisa kamu dapatkan dengan mudah. Sayangnya, kamu bisa saja kehilangan berbagai kesempatan tersebut kalau kamu punya sifat malas. Karenanya, yuk sebisa mungkin proaktif mencari informasi sendiri mengenai berbagai peluang beasiswa ke luar negeri. Selain itu, kamu juga sebaiknya rajin mencari berbagai tips dan trik untuk lolos ke luar negeri.

Takut Gagal dan Pesimis

Mungkin, kamu enggan mendaftar beasiswa ke luar negeri karena terlihat sulit dan rumit. Hal itu gak sepenuhnya salah, tapi bukankah orang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko? Mendapatkan beasiswa memang gak mudah, tapi jangan sampai pikiran pesimis menurunkan nyali dan semangatmu.

Bagaimana kamu mau dapat beasiswa ke luar negeri kalau kamu saja sudah takut mendaftar? Tanamkan sikap berani mencoba dan kamu hanya perlu menjalani prosesnya. Yang terpenting, tetap berpikir positif ya!

BACA JUGA: Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

Mudah Menyerah

Kamu mungkin akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang lainnya dalam mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Karenanya, gak heran kalau banyak orang yang gagal di percobaan pertamanya mendapatkan beasiswa dan baru berhasil setelah sekian kali menerima penolakan.

Semakin banyak kegagalan yang kamu terima, kamu akan semakin tahu hal mana yang bisa kamu perbaiki di surat motivasimu. Seiring berjalannya waktu, kamu pun bisa membuat surat motivasi lebih baik lagi sehingga peluangmu mendapatkan beasiswa pun lebih besar. Jadi, jangan mudah menyerah ya! Sekali gagal, kamu bisa mencoba lagi mendaftar beasiswa lainnya. Ketika satu pintu tertutup, bukankah pintu lain akan terbuka?

BACA JUGA: Beasiswa CQUPT President Scholarship untuk Kuliah S1 S2 S3 di Cina

Suka Menunda dan Tidak Teliti

Mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah proses instan. Kamu biasanya akan melewati proses yang cukup panjang, mulai dari mencari informasi seputar beasiswa atau universitas yang akan kamu tuju, persiapan berbagai berkas atau dokumen sebagai syarat administratif, wawancara, hingga pengumuman akhir dan persiapan keberangkatan.

Kebiasaan suka menunda-nunda bisa membuatmu keteteran. Proses mengumpulkan dokumen, misalnya, bisa sangat menyita waktumu. Jangan sampai kamu belum mendapatkan sertifikat IELTS atau surat rekomendasi dosen ketika deadline sudah datang. Karena itulah, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelumnya. Buat time management yang jelas ya, fellas!

BACA JUGA: Kursus Ielts Online

Kalau kamu termasuk orang yang gak teliti, kamu harus berjuang mengurangi sifat tersebut demi mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Setiap beasiswa memiliki aturan yang bisa jadi berbeda-beda dalam aplikasinya.

Ketika mengisi formulir pendaftaran beasiswa, pastikan kamu membaca petunjuknya dengan cermat. Baca apa yang diminta oleh pihak pemberi beasiswa, supaya aplikasi kamu memenuhi kriteria sehingga bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya. Sifat teliti juga kamu perlukan untuk mengecek konten, grammar error, dan penulisan sesuai kaidah bahasa di dalam surat motivasimu.

BACA JUGA: Daftar Beasiswa Luar Negeri yang JARANG Diketahui Orang [Top Secret]

Beberapa Tipe Mental Orang Mau Kuliah ke Luar Negeri

Mental lemah
Orang yang harus di motivasi, banyak keluhan misalnya , sekolah dari daerah terpencil, tidak pintar, tidak punya fasilitas dll. Yang sebenarnya tidak masalah kamu lahir dimana, berasal darimana asal kamu punya punya niat pasti ada jalannya. Karna sudah banyak contoh yang bisa kita lihat orang yang kurang mampu, atau sekolah yang tidak elit bisa kuliah diluar negeri.

Mental Instan
orang-orang yang malas mencari informasi, sedkit-dikit bertanya hal yang sebenarnya bisa di google di website kampusnya. Tidak punya usaha sendiri, pengennya di suapin terus.

Mental Ningrat
orang yang sudah nyaman dari kecil apa yang dibutuhkan semua tersedia, padahal kalau kuliah di luar negeri kamu dituntut untuk mandiri, Mau pergi kemana harus naik public transport, dan mengurus diri sendiri.

Mental Pejuang

Orang yang mempunyai mental pejuang pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu sedini mungkin, mulai dari nulis essay , ketemu kakak alumni dan mencari informasi sebanyak mungkin. Dapat dipastikan kamu sudah siap kuliah diluar negeri.

Dari sekian mental yang ada, kamu menempati level mana nih fellas? Oya, jangan lupa ada beberapa sifat negatif yang harus kamu hindari juga agar kamu lolos beasiswa, fellas. Semoga bermanfaat ya!

BACA JUGA: BIMBINGAN DOKUMEN BEASISWA

Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

lister.co.id – Ketika ingin pergi kuliah ke luar negeri dengan menggunakan beasiswa, salah satu persyaratannya adalah membuat surat rekomendasi. Sudah tau cara membuat surat rekomendasi belum, fellas? Pada artikel kali ini, kita akan bahas mengenai cara membuat surat rekomendasi beasiswa beserta contohnya. Simak ya!

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Film Terbaik Untuk Upgrade Bahasa Inggris Makin Cas Cis Cus!

Surat rekomendasi beasiswa biasanya berisi informasi mengenai karakter, kualitas, dan pencapaian dari kandidat yang memenuhi kriteria dasar beasiswa yang dipilih.

Cara Menulis Surat Rekomendasi

Sebuah surat rekomendasi beasiswa biasanya berjumlah 300-500 kata dan terdiri dari kop/kepala surat, pendahuluan, 2 paragraf bagian isi, dan penutup.

surat rekomendasi beasiswa
Surat rekomendasi beasiswa

Letterhead/Kepala surat

Dalam sebuah surat, pada pojok kiri atas surat biasanya berisi:

  1. Date of Writing
  2. Full Name
  3. Title
  4. School Name
  5. Street Address
  6. City, State, Zip Code
  7. Preferred Contact (optional)

Introduction/Perkenalan

Contoh:

“Dear Admissions Committee,

I wish to recommend Angela Bursette for the FNSA scholarship program. As a counselor at Rosehip High School, I have worked closely with her for the past four years and have developed a great deal of respect for this remarkable young woman during that time. Despite having financial hardships to overcome, she has excelled in all academic fields.”

Pada paragraf contoh di atas berisi tentang rekomendasi yang dibuat seorang guru untuk muridnya yang membutuhkan bantuan dana pendidikan. Dalam paragraf tersebut, dituliskan secara jelas beasiswa apa yang tepat untuk muridnya itu.

Paragraf 1

Pada paragraf 1 dapat disi dengan deskripsi bagaimana kandidat dapat memenuhi kriteria beasiswa. Seperti contoh di bawah ini:

I personally feel that the GNCA scholarship should go to someone who possesses strong leadership qualities and a genuine concern for their community. Fernanda fits these guidelines perfectly. Last year, she acted as Student Body President, and this year she took on the primary responsibility of organizing the school’s annual talent show. 

Pada contoh di atas, dicantumkan pula panduan beasiswa dan penilaian akademik siswa tersebut.

Paragraf 2

Pada paragraf ini biasa diisi dengan bukti nyata yang dapat memperkuat penilaian terhadap kandidat. Seperti contoh dibawah ini.

I am familiar with Jane’s education and career goals, and I know that without financial aid she may not be able to achieve these aspirations. Jane is capable student, and more importantly, she is driven by a desire to do good for her community. She has volunteered for the school’s special needs program and is a member of her local park’s EcoWatch group. I cannot think of anyone more deserving of this scholarship and I wholeheartedly support her application.

Conclusion

Pada bagian kesimpulan dapat diisi dengan kontak dan email dari kandidat. Selain itu, paragraf ini seharusnya bisa meninggalkan kesan yang sangat baik tentang kandidat.

It has been a joy to work with Barbara and I am proud to be able to provide this letter of recommendation for the scholarship program you represent. I can be reached at (555) 555-5555 if you have any question’s regarding Barbara’s application.

Regards,

____________

Frederick McKinsley

Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa

April 19, 2017

Frank Jacobs
Literature and English Teacher
Franciscan High School
31 Lewis Street
Bridgetown, CA, 90210

Dear Sir/Madam,

I write this letter in support of Jan Stewart’s application for the Big Sur Poetry Scholarship. I had the pleasure of teaching Jan in her 11th and 12th grade English Literature class at Franciscan High School. She has always impressed me with her ability to be articulate difficult concepts and understand dense texts. Jan’s sensitivity to the nuances within literature, and her passion for reading and writing, set her apart both as a student and as a writer.

During her senior year, Jan produced an extraordinary thesis paper on creative identity development, in which she compared works from three different time periods and synthesized cultural and historical perspectives to inform her analysis. When called upon to give her thesis defence in front of her peers, Jan spoke clearly and eloquently about her conclusions and responded to questions in a thoughtful way. While she shows much promise as a well-rounded liberal arts student, it is poetry which most interests Jan. She publishes her poetry in our school’s literary magazine and has also had her work published in online magazines.

Throughout the year Jan was an active participant in our discussions, and she always supported her peers. Her caring nature and personality allow her to work well with others in a team setting, as she always respects others’ opinions even when they differ from her own. Throughout the year, Jan demonstrated this openness to and empathy for the opinions, feelings, and perspectives of others, along with shrewd powers of observation, all qualities that makes her outstanding as a student of literature and aspiring poetess.

I am certain that Jan is going to continue to do great and creative things in her future. Her work, as I am sure you will agree, demonstrates an impressive depth for a young student. Please feel free to contact me if you have any questions at: fjacobs@email.com.

Sincerely,

Mr. Frank Jacobs

Demikian contoh surat rekomendasi beasiswa yang dapat kamu jadikan sebagai referensi, fellas. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA:

Penyebab Aplikasi Beasiswa Ditolak Karena Tak Pandai Melihat Peluang

Penyebab Aplikasi Beasiswa Ditolak Karena Tak Pandai Melihat Peluang

lister.co.id – Kuliah pakai beasiswa siapa yang menolak? Apalagi jika ini adalah impian yang sudah kamu inginkan bisa terjadi dalam hidup kamu. Tapi, untuk mendapatkan beasiswa juga tidak mudah. fellas. Jika tak ada persiapan yang maksimal, rasanya tidak mungkin kita bisa lolos beasiswa begitu saja. Apalagi pake acara kebetulan, wah kalau seperti Lister kurang setuju yaa. Bisa dibilang untuk lolos beasiswa dibutuhkan kegigihan untuk melewati setiap tahapan proses yang sangat panjang!

BACA JUGA: Simak Cerita Zaata Mengambil IELTS Private Class di Lister!

Berbicara tentang tahapan proses melamar beasiswa, sebelumnya kita pasti butuh membuat aplikasi beasiswa, bukan?

Nah, kamu sudah tahu belum penyebab aplikasi beasiswa itu ditolak? Kalau belum, yuk kita bahas bersama di artikel ini. Check this out!

BACA JUGA: Mentoring Beasiswa Online

Tak Pandai Melihat Peluang, Penyebab Aplikasi Beasiswa Ditolak

Berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sebenarnya tidak ada masalah. Kalau kamu yakin, silakan diteruskan. Tapi berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sangat berbeda peluangnya dengan beasiswa yang menawarkan 10 atau 20 kursi. Bayangkan jika kamu harus bersaing dengan 100 orang peserta dengan perbandinan kuota kedua beasiswa tersebut. Pastilah peluang diterimanya lebih kecil jika memilih opsi yang pertama.
 
Selain melihat jumlah kuota, perhatikan juga preferensi yang diberikan oleh beasiswa tersebut. Apakah kamu adalah kandidat yang mereka harapkan. Atau justru kamu sama sekali bukan kriteria mereka. Preferensi di sini bisa dalam berbagai bentuk. Misalnya melihat program studi yang diutamakan, perolehan prestasi, pengalaman kerja/organisasi, daerah asal, usia, hasil riset, kampus asal, dll. Biasanya preferensi ini sudah tertera di pengumuman beasiswa. Jadi, pelamar hanya perlu menyesuaikan. Jadi, pada intinya kita harus belajar membaca peluang mana yang terbaik gitu ya, fellas.
 
 

Bergantung Pada Satu Beasiswa 

Buatlah beberapa aplikasi sekaligus, karena kesalahan pelamar beasiswa adalah hanya melamar satu beasiswa saja. Padahal banyak sekali beasiswa yang mungkin sesuai dengan yang kamu cari. Ajukan setidak-tidaknya tiga aplikasi beasiswa sekaligus. Bagaimana kalau 10? Bagus dong! tapi itu akan sangat menguras energi dan biaya. Tiga sampai lima aplikasi rasanya sudah banyak. Asalkan memenuhi kualitas persyaratan yang maksimal.

BACA JUGA: Beasiswa Xiamen University New International Students Scholarship Untuk S1 S2 S3 di Cina

Tidak Proaktif, 

Proaktif didapat ketika kita cermati semua persyaratan, dokumen aplikasi, dan ketentuan lainnya dari beasiswa yang akan dilamar. Sedikit kesalahan bisa membuat aplikasi beasiswa yang diajukan gagal. Sebagai pemburu beasiswa dituntut ketelitian dan keakuratan. 

BACA JUGA: Beasiswa GIST Scholarship untuk kuliah S2 S3 di Korea Selatan

Persiapan Kurang Maksimal

Adakalannya belajar dan mempersiapkan beasiswa sendiri itu baik, fellas. 

Namun, alangkah lebih  terarahnya jika mempersiapkannya dibimbing oleh tutor yang sudah berpengalaman? Seperti para alumni beasiswa yang kamu impikan. 

Gunanya belajar ke tutor alumni apa? Ya, tentu saja kamu dapat mengetahui lebih jauh kenapa alumni tersebut bisa lolos beasiswa yang dilamar. Apa kiat mereka dan juga bagaimana persiapan ketika mendaftar beasiswa tersebut. Tutor Alumni bisa menjadi guru yang sangat berharga untuk mengulang keberhasilan yang sama.  

Kelas Bimbingan beasiswa luar negeri bersama tutor yang sudah ahli sangat bagus untuk kamu ikuti, fellas. Selain progres lebih tertarget, kamu juga selangkah lebih maju dibanding pesaing lain yang hanya mengandalkan “coba-coba dan kebetulan”. 

Klik gambar di bawah ini untuk daftar kelas Scholarship Mentoring!

kelas mentoring beasiswa online
Daftar kelas bimbingan beasiswa? klik di sini
Beasiswa Monash International Leadership untuk S1 dan S2 di Australia

Beasiswa Monash International Leadership untuk S1 dan S2 di Australia

Fellas,  apakah kuliah beasiswa Monash International Leadership yang bisa didaftar untuk mahasiswa jenjang S1 dan S2. 

Cakupan Beasiswa Monash International Leadership 

  1. iaya kuliah penuh hingga lulus
  2. Khusus untuk mahasiswa S1 akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program leadership
  3. Berkesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan di Monash University

BACA JUGA: BIMBINGAN DOKUMEN BEASISWA

  1. Mahasiswa internasional
  2. Bersedia untuk mengambil perkuliahan full time jenjang S1 dan S2 by coursework (tidak tersedia untuk perkuliahan by research)
  3. Memiliki LoA Unconditional dari Monash University
  4. Pendaftar tidak sedang menerima beasiswa dari sumber/instansi manapun
  5. Untuk tetap mempertahankan beasiswa, mahasiswa harus mencapai Weighted Average Mark (WAM) atau sejenis IPK di Indonesia minimal 70 per semester
  6. Bersedia berpartisipasi dalam kegiatan promosi beasiswa atau kegiatan-kegiatan lain yang ditetapkan oleh pihak beasiswa

BACA JUGA: Tips Mengejar Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Prosedur Pendaftaran Beasiswa International Leadership

  1. Untuk melalukan pendaftaran beasiswa Monash International Leadership, pendaftar sudah harus memiliki LoA dari Monash University
  2. Melengkapi data diri pada formulir pendaftaran online
  3. Mengisi essay atau personal statement sebanyak 500 kata
  4. Submit pendaftaran

BACA JUGA: Prancis: Romansa Pascasarjana dengan beasiswa Eiffel 2021

Pendaftaran Beasiswa 

  1. Deadline Round 1: 15 Oktober 2020
  2. Deadline Round 2: 15 November 2020
  3. Deadline Round 3: 15 Januari 2021
  4. Deadline Round 4: 15 Maret 2021
  5. Deadline Round 5: 15 April 2021
  6. Deadline Round 6: 15 Juni 2021

BACA JUGA: Yuk, lanjutkan studi di Jepang dengan beasiswa Monbukagakusho!

Kunjungi website resmi dan link pendaftaran

Lister saat ini menyediakan kelas mentoring beasiswa online bersama pengajar yang telah berpengalaman. Adapun beasiswa yang tersedia di antaranya adalah AAS, LPDP, Fullbright, beasiswa ASEAN, DAAD, Chevening Scholarship dan masih banyak lagi. Klik di sini atau klik banner di bawah ini untuk daftar! 

mentoring beasiswa online
Bimbingan beasiswa online daftar sekarang!