Beasiswa Mohamed Bin Zayed Scholarship untuk Kuliah S2 S3 ke Dubai United Arab Emirates

Beasiswa Mohamed Bin Zayed Scholarship untuk Kuliah S2 S3 ke Dubai United Arab Emirates

lister.co.idHallo fellas, siapa yang menunggu info beasiswa kuliah S2 S3 ke Dubai nih? Program beasiswa Mohamed Bin Zayed University sudah dibuka lho!

Program beasiswa Mohamed Bin Zayed University ini merupakan beasiswa fully funded dan bertujuan untuk menarik mahasiswa nasional dan internasional untuk melanjutkan studi magister dan doktoral di Mohamed Bin Zayed University of Artificial Intelligence di Dubai, Uni Emirat Arab.  Program ini menerima pendaftar dari berbagai negara yang memiliki gelar Sarjana atau Magister dalam Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro, Matematika, Fisika dan jurusan Teknik terkait lainnya, tanpa perlu pengalaman kerja sebelumnya. Universitas juga akan menjamin magang bagi mahasiswanya melalui kolaborasi dengan perusahaan lokal dan global. Tertarik?

BACA JUGA: 7 Kegiatan Saat Kuliah S1 Bisa Bantu Kamu Raih Beasiswa, Apa Saja?

Cakupan Beasiswa Kuliah S2 S3 ke Dubai

  1. Biaya perkuliahan penuh
  2. Akomodasi
  3. Asuransi kesehatan dan keuntungan lainnya

BACA JUGA: Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

Persyaratan Beasiswa ke Dubai

  1. Memegang gelar Sarjana atau Master di bidang S.T.E.M seperti Ilmu Komputer, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Matematika, Fisika dan jurusan Sains dan Teknik lainnya, dari universitas yang diakreditasi atau diakui oleh Kementerian Pendidikan
  2. Memiliki IPK minimal 3.2 (pada skala 4.0) untuk pendaftar Master dan PhD
  3. Memiliki IPK minimal 3.5 (pada skala 4.0) atau setara untuk pendaftar Master-PhD gabungan
  4. Pendaftar harus memberikan sertifikat gelar dan transkrip lengkap mereka (dalam Bahasa Inggris) saat mengajukan pendaftaran
  5. Mahasiswa yang berada di tahun terakhir kelulusan dapat mendaftar menggunakan transkrip dan surat kelulusan. Namun, setelah diterima harus menyerahkan ijazah dan transkrip lengkap
  6. Memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, dan sejenisnya
  7. Sertifikat Tes Umum Graduate Record Examination (GRE) yang valid. Opsional untuk pendaftar Master dan PhD sementara itu wajib untuk pendaftar Master-PhD gabungan dengan skor minimum: 150 dalam Penalaran Verbal, 150 dalam Penalaran Kuantitatif, dan 3.0 dalam Penulisan Analitis

BACA JUGA: Penyebab Aplikasi Beasiswa Ditolak Karena Tak Pandai Melihat Peluang

Pendaftaran

  1. Deadline 1: 15 April 2021
  2. Deadline 2: 15 Mei 2021

Kunjungi website resmi: https://mbzuai.ac.ae/

Beasiswa kuliah S2 S3 ke Dubai
Daftar kelas IELTS sekarang!
7 Kegiatan Saat Kuliah S1 Bisa Bantu Kamu Raih Beasiswa, Apa Saja?

7 Kegiatan Saat Kuliah S1 Bisa Bantu Kamu Raih Beasiswa, Apa Saja?

lister.co.idHalo fellas, masih semangat meraih beasiswa? Untuk kamu yang masih S1, pas banget nih Lister akan membahas 7 kegiatan saat kuliah S1 yang akan berguna untuk meraih beasiswa di masa mendatang. Wah! Apa saja ya kira-kira?

BACA JUGA: Sifat Negatif dan Mental yang Harus Dihindari Agar Lolos Beasiswa

Dilansir dari goabroad.com, mimpi mendapatkan beasiswa bukanlah hal yang mudah untuk diraih. Ada banyak orang juga mengejar hal yang sama dan kita pun dituntut untuk bersaing. Tapi, bukan hal yang mustahil selama kita bisa melakukan strategi yang ampuh fellas. Seperti halnya beberapa rekomendasi kegiatan selama S1 yang bisa menjadi referensi kamu.

Rekomendasi Kegiatan Saat Kuliah S1 Untuk Meraih Beasiswa Studi

kegiatan saat kuliah S1
Source: giphy.com

Menjadi Volunteer Atau Mengikuti Program Pengabdian Masyarakat

Kita bisa menjadi relawan pendidikan atau relawan sosial sehingga bisa menjadi nilai plus untuk mendaftar beasiswa. Menjadi relawan sosial atau lebih dikenal dengan sebutan volunteer, sangat diperlukan sebab dapat memperbesar peluang kita dalam mendapatkan beasiswa dari universitas luar negeri. Hal ini bertujuan untuk melihat nilai lebih dari seorang mahasiswa selain dari sisi akademis.

BACA JUGA: Cerita Tutor Inspiratif Ala Lister: Erina Prastyani, Meraih Beasiswa Studi ke Swedia

Ikut Proyek Penelitian Dosen

Selain bagus untuk menambah nilai plus saat melamar beasiswa. Dengan ikut penelitian dosen mahasiswa juga bisa mendapatkan ide latar belakang penelitian dalam menyusun skripsinya atau bahkan ide untuk riset di studi lanjut, jika kamu benar-benar menaruh minat yang besar di bidang tersebut. Selain bagus untuk CV, ikutan proyek penelitian akademis di bangku kuliah akan mendekatkan kamu dengan sang profesor atau dosen senior, yang akan berguna apabila kamu ingin meminta surat rekomendasi untuk beasiswa studi lanjut.

BACA JUGA: Cerita Tutor Inspiratif Ala Lister: Santri Juga Bisa Kuliah ke Luar Negeri, Ini Buktinya

Menjadi Asisten Dosen/Lab

Menjadi seorang asisten dosen akan menambah pemahaman kamu tentang bidang keilmuan yang sedang dipelajari. Selain itu, jika nanti kamu menjadi pemburu beasiswa, cerita pengalaman kontribusi yang telah dilakukan sebagai asisten dosen tentu sangat menambah nilai plus.

BACA JUGA: Tertarik Kuliah ke New Zealand? Simak Dulu Cerita Agung Harahap Kuliah di The University of Auckland

Kerja Part Time/ Internship NGO

Apabila kamu memilih kerja part time saat masih menjadi mahasiswa, banyak manfaat yang akan kamu dapatkan ,fellas. Selain menambah uang jajan, bekerja part time juga menambah jejaring pertemanan kamu sehingga akan menjadi nilai plus untuk ke depannya. Dalam esai beasiswa, biasanya kamu diminta menceritakan kegiatan selama S1 selain kegiatan akademis, dari sini kamu bisa bercerita pengalaman dan hal-hal yang mengubah diri kamu menjadi lebih baik melalui bekerja part time itu.

BACA JUGA: Sharing Bersama Restu Febrianto: Ternyata Begini Rasanya Kuliah di University College London, Kamu Sudah Tau?

Aktif Berorganisasi di Kampus/ Luar Kampus

Aktif di organisasi kampus membuat kita belajar bagaimana cara bersosialisasi dengan berbagai tipe orang demi mencapai tujuan atau kepentingan bersama. Individu dilatih untuk berani tampil, mengemukakan pendapat di muka umum, dan menjalankan kerja tim. Kapasitas soft skill pasti meningkat. Kita jadi paham seluk beluk public speaking, handling complain, dan mengerti persoalan administrasi serta birokrasi, Yang lebih menarik, peluang untuk mendapatkan beasiswa atau kesempatan ikut pertukaran pelajar/mahasiswa juga lebih besar. Sebab, pengalaman berorganisasi kerap menjadi nilai tambah bagi calon pelamar.

BACA JUGA: Student’s Story: Yuk Simak Cerita Audrey Agriselva Ikut Kelas Speaking Foreign

Mengikuti Kompetisi Ilmiah Mahasiswa

Kamu pasti sering mendengar beragam perlombaan ilmiah seperti PKM, LKTI, Konferensi nasional maupun internasional yang intinya kompetisi membuat publikasi ilmiah. Tahukah kamu? bahwa kegiatan semacam ini bisa menjadi poin plus saat melamar beasiswa, lho. Terlebih jika kamu sering mendapatkan juara bahkan medali.

BACA JUGA: Daftar Wanita Inspiratif yang Membuat Kamu Bersemangat Kuliah ke Luar Negeri

Ikut Pertukaran Mahasiswa Dalam negeri/Luar Negeri

Siapa bilang program pertukaran mahasiswa isinya main-main doang? Eits, ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh fellas. Apakah kamu sering mendengar program semacam PPL di Luar negeri, KKN di daerah 3T atau Luar negeri, Youth exchange di daerah terpencil, atau international education exposure. Meski terkadang kegiatannya berbayar kamu masih bisa mengusahakan sponsor dari pihak fakultas/universitas. Program ini akan menambah pengalaman yang mengasah soft skill dan berguna saat melamar beasiswa. Daftar program mentoring beasiswa bersama tutor Lister sekarang juga! Klik di sini.

BACA JUGA YUK!

Sifat Negatif dan Mental yang Harus Dihindari Agar Lolos Beasiswa

Sifat Negatif dan Mental yang Harus Dihindari Agar Lolos Beasiswa

lister.co.id – Bisa kuliah ke luar negeri mungkin masih menjadi impian bagi sebagian besar orang Indonesia, termasuk kamu. Kabar baiknya, saat ini mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah hal sulit lagi seperti dulu. Pasalnya, ada banyak beasiswa ke luar negeri yang bisa kamu coba, fellas.

BACA JUGA: Mentoring Beasiswa Online

Meski begitu, beberapa sifat negatif dan mental berikut harus kamu buang jauh-jauh karena bisa menghalangimu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Apa saja?

BACA JUGA: Penyebab Aplikasi Beasiswa Ditolak Karena Tak Pandai Melihat Peluang

Bersikap Malas

Saat ini, berbagai informasi mengenai universitas dan beasiswa di luar negeri bisa kamu dapatkan dengan mudah. Sayangnya, kamu bisa saja kehilangan berbagai kesempatan tersebut kalau kamu punya sifat malas. Karenanya, yuk sebisa mungkin proaktif mencari informasi sendiri mengenai berbagai peluang beasiswa ke luar negeri. Selain itu, kamu juga sebaiknya rajin mencari berbagai tips dan trik untuk lolos ke luar negeri.

Takut Gagal dan Pesimis

Mungkin, kamu enggan mendaftar beasiswa ke luar negeri karena terlihat sulit dan rumit. Hal itu gak sepenuhnya salah, tapi bukankah orang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko? Mendapatkan beasiswa memang gak mudah, tapi jangan sampai pikiran pesimis menurunkan nyali dan semangatmu.

Bagaimana kamu mau dapat beasiswa ke luar negeri kalau kamu saja sudah takut mendaftar? Tanamkan sikap berani mencoba dan kamu hanya perlu menjalani prosesnya. Yang terpenting, tetap berpikir positif ya!

BACA JUGA: Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

Mudah Menyerah

Kamu mungkin akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang lainnya dalam mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Karenanya, gak heran kalau banyak orang yang gagal di percobaan pertamanya mendapatkan beasiswa dan baru berhasil setelah sekian kali menerima penolakan.

Semakin banyak kegagalan yang kamu terima, kamu akan semakin tahu hal mana yang bisa kamu perbaiki di surat motivasimu. Seiring berjalannya waktu, kamu pun bisa membuat surat motivasi lebih baik lagi sehingga peluangmu mendapatkan beasiswa pun lebih besar. Jadi, jangan mudah menyerah ya! Sekali gagal, kamu bisa mencoba lagi mendaftar beasiswa lainnya. Ketika satu pintu tertutup, bukankah pintu lain akan terbuka?

BACA JUGA: Beasiswa CQUPT President Scholarship untuk Kuliah S1 S2 S3 di Cina

Suka Menunda dan Tidak Teliti

Mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah proses instan. Kamu biasanya akan melewati proses yang cukup panjang, mulai dari mencari informasi seputar beasiswa atau universitas yang akan kamu tuju, persiapan berbagai berkas atau dokumen sebagai syarat administratif, wawancara, hingga pengumuman akhir dan persiapan keberangkatan.

Kebiasaan suka menunda-nunda bisa membuatmu keteteran. Proses mengumpulkan dokumen, misalnya, bisa sangat menyita waktumu. Jangan sampai kamu belum mendapatkan sertifikat IELTS atau surat rekomendasi dosen ketika deadline sudah datang. Karena itulah, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelumnya. Buat time management yang jelas ya, fellas!

BACA JUGA: Kursus Ielts Online

Kalau kamu termasuk orang yang gak teliti, kamu harus berjuang mengurangi sifat tersebut demi mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Setiap beasiswa memiliki aturan yang bisa jadi berbeda-beda dalam aplikasinya.

Ketika mengisi formulir pendaftaran beasiswa, pastikan kamu membaca petunjuknya dengan cermat. Baca apa yang diminta oleh pihak pemberi beasiswa, supaya aplikasi kamu memenuhi kriteria sehingga bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya. Sifat teliti juga kamu perlukan untuk mengecek konten, grammar error, dan penulisan sesuai kaidah bahasa di dalam surat motivasimu.

BACA JUGA: Daftar Beasiswa Luar Negeri yang JARANG Diketahui Orang [Top Secret]

Beberapa Tipe Mental Orang Mau Kuliah ke Luar Negeri

Mental lemah
Orang yang harus di motivasi, banyak keluhan misalnya , sekolah dari daerah terpencil, tidak pintar, tidak punya fasilitas dll. Yang sebenarnya tidak masalah kamu lahir dimana, berasal darimana asal kamu punya punya niat pasti ada jalannya. Karna sudah banyak contoh yang bisa kita lihat orang yang kurang mampu, atau sekolah yang tidak elit bisa kuliah diluar negeri.

Mental Instan
orang-orang yang malas mencari informasi, sedkit-dikit bertanya hal yang sebenarnya bisa di google di website kampusnya. Tidak punya usaha sendiri, pengennya di suapin terus.

Mental Ningrat
orang yang sudah nyaman dari kecil apa yang dibutuhkan semua tersedia, padahal kalau kuliah di luar negeri kamu dituntut untuk mandiri, Mau pergi kemana harus naik public transport, dan mengurus diri sendiri.

Mental Pejuang

Orang yang mempunyai mental pejuang pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu sedini mungkin, mulai dari nulis essay , ketemu kakak alumni dan mencari informasi sebanyak mungkin. Dapat dipastikan kamu sudah siap kuliah diluar negeri.

Dari sekian mental yang ada, kamu menempati level mana nih fellas? Oya, jangan lupa ada beberapa sifat negatif yang harus kamu hindari juga agar kamu lolos beasiswa, fellas. Semoga bermanfaat ya!

BACA JUGA: BIMBINGAN DOKUMEN BEASISWA

Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

Template Surat Rekomendasi Beasiswa (Beserta Contoh!)

lister.co.id – Ketika ingin pergi kuliah ke luar negeri dengan menggunakan beasiswa, salah satu persyaratannya adalah membuat surat rekomendasi. Sudah tau cara membuat surat rekomendasi belum, fellas? Pada artikel kali ini, kita akan bahas mengenai cara membuat surat rekomendasi beasiswa beserta contohnya. Simak ya!

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Film Terbaik Untuk Upgrade Bahasa Inggris Makin Cas Cis Cus!

Surat rekomendasi beasiswa biasanya berisi informasi mengenai karakter, kualitas, dan pencapaian dari kandidat yang memenuhi kriteria dasar beasiswa yang dipilih.

Cara Menulis Surat Rekomendasi

Sebuah surat rekomendasi beasiswa biasanya berjumlah 300-500 kata dan terdiri dari kop/kepala surat, pendahuluan, 2 paragraf bagian isi, dan penutup.

surat rekomendasi beasiswa
Surat rekomendasi beasiswa

Letterhead/Kepala surat

Dalam sebuah surat, pada pojok kiri atas surat biasanya berisi:

  1. Date of Writing
  2. Full Name
  3. Title
  4. School Name
  5. Street Address
  6. City, State, Zip Code
  7. Preferred Contact (optional)

Introduction/Perkenalan

Contoh:

“Dear Admissions Committee,

I wish to recommend Angela Bursette for the FNSA scholarship program. As a counselor at Rosehip High School, I have worked closely with her for the past four years and have developed a great deal of respect for this remarkable young woman during that time. Despite having financial hardships to overcome, she has excelled in all academic fields.”

Pada paragraf contoh di atas berisi tentang rekomendasi yang dibuat seorang guru untuk muridnya yang membutuhkan bantuan dana pendidikan. Dalam paragraf tersebut, dituliskan secara jelas beasiswa apa yang tepat untuk muridnya itu.

Paragraf 1

Pada paragraf 1 dapat disi dengan deskripsi bagaimana kandidat dapat memenuhi kriteria beasiswa. Seperti contoh di bawah ini:

I personally feel that the GNCA scholarship should go to someone who possesses strong leadership qualities and a genuine concern for their community. Fernanda fits these guidelines perfectly. Last year, she acted as Student Body President, and this year she took on the primary responsibility of organizing the school’s annual talent show. 

Pada contoh di atas, dicantumkan pula panduan beasiswa dan penilaian akademik siswa tersebut.

Paragraf 2

Pada paragraf ini biasa diisi dengan bukti nyata yang dapat memperkuat penilaian terhadap kandidat. Seperti contoh dibawah ini.

I am familiar with Jane’s education and career goals, and I know that without financial aid she may not be able to achieve these aspirations. Jane is capable student, and more importantly, she is driven by a desire to do good for her community. She has volunteered for the school’s special needs program and is a member of her local park’s EcoWatch group. I cannot think of anyone more deserving of this scholarship and I wholeheartedly support her application.

Conclusion

Pada bagian kesimpulan dapat diisi dengan kontak dan email dari kandidat. Selain itu, paragraf ini seharusnya bisa meninggalkan kesan yang sangat baik tentang kandidat.

It has been a joy to work with Barbara and I am proud to be able to provide this letter of recommendation for the scholarship program you represent. I can be reached at (555) 555-5555 if you have any question’s regarding Barbara’s application.

Regards,

____________

Frederick McKinsley

Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa

April 19, 2017

Frank Jacobs
Literature and English Teacher
Franciscan High School
31 Lewis Street
Bridgetown, CA, 90210

Dear Sir/Madam,

I write this letter in support of Jan Stewart’s application for the Big Sur Poetry Scholarship. I had the pleasure of teaching Jan in her 11th and 12th grade English Literature class at Franciscan High School. She has always impressed me with her ability to be articulate difficult concepts and understand dense texts. Jan’s sensitivity to the nuances within literature, and her passion for reading and writing, set her apart both as a student and as a writer.

During her senior year, Jan produced an extraordinary thesis paper on creative identity development, in which she compared works from three different time periods and synthesized cultural and historical perspectives to inform her analysis. When called upon to give her thesis defence in front of her peers, Jan spoke clearly and eloquently about her conclusions and responded to questions in a thoughtful way. While she shows much promise as a well-rounded liberal arts student, it is poetry which most interests Jan. She publishes her poetry in our school’s literary magazine and has also had her work published in online magazines.

Throughout the year Jan was an active participant in our discussions, and she always supported her peers. Her caring nature and personality allow her to work well with others in a team setting, as she always respects others’ opinions even when they differ from her own. Throughout the year, Jan demonstrated this openness to and empathy for the opinions, feelings, and perspectives of others, along with shrewd powers of observation, all qualities that makes her outstanding as a student of literature and aspiring poetess.

I am certain that Jan is going to continue to do great and creative things in her future. Her work, as I am sure you will agree, demonstrates an impressive depth for a young student. Please feel free to contact me if you have any questions at: fjacobs@email.com.

Sincerely,

Mr. Frank Jacobs

Demikian contoh surat rekomendasi beasiswa yang dapat kamu jadikan sebagai referensi, fellas. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA:

Mau Kuliah ke Thailand? Chulalongkorn University Tawarkan Beasiswa Untuk Kuliah S2 dan S3

Mau Kuliah ke Thailand? Chulalongkorn University Tawarkan Beasiswa Untuk Kuliah S2 dan S3

lister.co.id – Halo fellas! Sudah mempunyai rencana mau lanjut studi dimana tahun ini? Yuk kuliah ke Thailand aja! Beasiswa Graduate Scholarship Program for ASEAN and Non ASEAN Countries yang ditawarkan Chulalangkorn University ini sangat patut dipertimbangkan untuk kamu yang sedang mencari beasiswa S2 atau S3. Beasiswa ini menawarkan beasiswa untuk studi gelar master selama 2 tahun dan beasiswa untuk studi doktoral selama 3 tahun. Wow! Menarik bukan?

BACA JUGA: Beasiswa Fashion 2021 Kuliah S1 – S2 di IFA Paris

Cakupan Beasiswa Kuliah ke Thailand

  1. Biaya tiket pesawat
  2. Biaya kuliah kecuali biaya tertentu yang dikeluarkan dari fakultas
  3. Uang saku bulanan
  4. Akomodasi 16.000 bath per bulan

BACA JUGA:Tertarik dengan Isu Kesehatan Manusia? Dexa Award Science Scholarship, Beasiswa S2 Penuh Wajib Dicoba

Syarat Pendaftar Beasiswa S2 dan S3 Thailand

  1. Pendaftar merupakan mahasiswa internasional dari negara ASEAN dan NON – ASEAN, dosen, peneliti, atau staf akademik yang ingin kembali bekerja ke universitas asal setelah lulus dari Chulalangkorn University lebih diutamakan.
  2. Telah lulus gelar sarjana atau magister pada bidang yang sesuai dengan jurusan yang dipilih
  3. Memiliki IPK tidak kurang dari 2.75 pada jenjang S1, dan tidak kurang dari 3.25 di jenjang S2
  4. Pendaftar berusia tidak lebih dari 40 tahun
  5. Pendaftar memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dengan skor TOEFL minimum 500, 173 CBT atau skor IELTS 5.0
  6. Pendaftar dalam kondisi kesehatan yang baik

Syarat Dokumen Beasiswa

  1. Fotokopi paspor
  2. Sertifikat TOEFL/IELTS
  3. Ijazah dan transkrip nilai
  4. CV/Resume
  5. Formulir pendaftaran disertai foto 3×4
  6. Rencana studi/deskripsi minat akademik (pada lembar kertas ukuran A4 terpisah)
  7. Dua pas foto warna (background biru) ukuran 3×4 tidak lebih dari enam bulan dengan pakaian formal
  8. Dua surat rekomendasi dari pimpinan, direktur, atau dekan dari perguruan tinggi
  9. Surat nominasi/rekomendasi dari institusi/universitas asal. Surat ini perlu mengkonfirmasi bahwa pendaftat akan kembali untuk mengajar/bekerja di institusi asalnya setelah lulus dari Universitas Chulalongkorn
  10. Surat keterangan pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit

Ayo, jangan lupa daftar!

Deadline: 9 April 2021

Kunjungi situs resmi: https://www.chula.ac.th/

BACA JUGA: