Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Belum Banyak yang Tahu! Ini Strategi Raih Beasiswa Luar Negeri

kuliah dengan beasiswa

Terkadang bukan karena kita yang bodoh sehingga gagal kuliah di luar negeri, bisa jadi kita hanya kurang memahami strategi! Pentingnya memahami strategi lolos beasiswa dan kuliah di luar negeri dari sekarang dan buat impian menjadi nyata. Simak strategi meraih beasiswa dari Lister yang bisa kamu terapkan berikut ini..

The text study abroad appearing behind torn brown paper Premium Photo

Baca dan Pahami Informasi Tentang Beasiswa

Hindari bertanya pertanyaan-pertanyaan seperti ini kepada alumni karena pertanyaan basic ini sebenarnya bisa kamu cari sendiri jawabannya.

  • Hindari pertanyaan, “Syaratnya apa? / Cara daftarnya bagaimana?” pada postingan/flyer yang jelas-jelas berisi syarat pendaftaran beasiswa dan sudah ada tautan yang berisi informasi lengkap.
  • Pertanyaan seperti, “Pakai TOEFL atau uji bahasa lain?”
  • Pertanyaan seperti, “Harus punya piagam prestasi?” biasanya sudah tertera di buku panduan.
  • Pertanyaan terkait syarat nilai akademik seperti, “IPK-nya harus berapa?” juga sudah tertera di website atau buku panduan.
  • Website beasiswa tentu sudah mencantumkan siapa saja yang boleh mendaftar beasiswa yang mereka sediakan, jadi pertanyaan seperti, “Jurusannya apa saja?” tidak perlu ditanyakan kepada alumni.
  • Jika kamu penasaran dengan seberapa besar tunjangan yang diterima penerima beasiswa tertentu, ada baiknya hindari pertanyaan seperti, “Tunjangannya apa saja? Kok dikit?” lebih baik diganti dengan, “Kalau tinggal di sana, apakah tunjangan beasiswanya cukup Kak? Lalu, bagaimana cara mengaturnya?”. Jika berkenan menjawab, nanti kita juga akan mengerti seberapa besar tunjangan yang didapatkan, meskipun secara tidak langsung.
  • “Kok syaratnya susah?” Dengan bertanya seperti itu, justru kita dianggap tidak benar-benar niat, karena tidak ada hasil yang maksimal tanpa proses yang panjang bukan?

Semakin banyak kita membaca dan mencari tahu, mulai dari jurusan, negara, kebijakan pendidikan, cerita pengalaman orang yang sudah berkuliah sebelumnya (cerita pengalamannya nggak cuma yang mengharu biru drama perjuangan hidup ya, banyak cerita yang lebih praktikal dan realistis dilakukan untuk kondisi kita), semakin jelas gambaran apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan. 

Kalau yang dibutuhkan saja tidak tahu, apanya yang mau dipersiapkan?