Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Ampuh! Ternyata Begini Cara Mengatasi Burn Out!

Tips atasi burn out

Lister – Istilah yang muncul di tahun 1974 ini mulai terkenal di tahun 2019 di dunia kerja Indonesia. Sebenarnya apa sih burnout? Burnout adalah isitilah yang pertama kali dimunculkan oleh Herbert Freudenberger dalam bukunya “Burnout: the High Cost of High Achievement”. Burnout merujuk pada rasa Lelah secara fisik dan mental karena stres kerja berkepanjangan atau ekspektasi kerja yang sangat tinggi. Jika tidak ditangani, burnout bisa menghambat kamu dalam menjalani keseharianmu lho!

Jika kamu mulai merasa sangat lelah, membenci pekerjaanmu, mulai merasa tidak sanggup bekerja, atau tidak merasakan kepuasan lagi dengan apa yang kamu lakukan, kamu mungkin mengalami “burnout”. Ciri-ciri ini bisa berkembang menjadi lebih parah dan bisa didampingi dengan kondisi mental dan sakit fisik seperti depresi, mood swings, suicidal thoughts, sakit perut, sakit kepala, imunitas yang melemah, dan lain-lain yang jelas akan mempengaruhi kinerja kerja kamu.

Ternyata seram juga ya, fellas!

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kalian lakukan untuk menghindari burnout di tempat kerja.

Mengerti Batas Kemampuan

Memang sih kalau kita tidak pernah menantang batas kita, kita tidak akan tahu seberapa besar kemampuan kita dan kita tidak akan pernah berkembang. Tetapi terkadang, mengerti batasan bisa membuat kita terhindar dari rasa tertekan karena menerima pekerjaan yang di luar kemampuan. Walaupun tahu batas, tidak berarti tidak bisa berkembang. Kamu tetap bisa berkembang dengan cara mempelajari hal-hal yang menurutmu di luar batasmu, dengan begitu kamu bisa kembali mengambil pekerjaan yang tadinya di luar batasmu.

Liburan

Resep paling ampuh untuk teman-teman yang mulai merasa kewalahan di tempat kerja. Ingat, work-life balanced. Gunakan cuti yang sudah menjadi hakmu agar kamu bisa melepas penat yang sudah menumpuk di belakang pikiran. Jangan tiba-tiba menghilang tapi, kamu harus mengikuti prosedur dengan baik agar nama baik kamu tetap baik di depan atasan dan kolega.

Komunikasikan dengan Atasan, Teman, atau Siapapun yang Kamu Percayai

Dimana-mana, komunikasi adalah kunci. Jika kamu mulai merasa pekerjaanmu mengambil terlalu banyak dari dirimu atau kamu mulai tidak merasakan kepuasan dengan bekerja, mungkin sekarang saatnya kamu membicarakan dengan atasanmu. Dengan begitu, kamu dan atasanmu mungkin akan bisa mencari jalan tengah agar kamu dan kesehatanmu tetap terawat dan produktifitas kantor tidak terpengaruh.

Selain itu, kamu bisa juga curhat dengan teman, keluarga, atau siapapun yang kamu percayai. Ngeluh sesekali tidak apa-apa kok, asalkan jangan dijadikan kebiasaan ya!

Putuskan Hubungan dengan Orang-Orang Toxic

Burnout seringnya tidak hanya disebabkan oleh stress kerja dan ekspektasi kerja, tapi juga akumulasi dari segala macam sumber stres di dalam hidupmu. Ini termasuk kolega kerja dan teman-teman yang toxic. Kalau kamu sedang di posisi negatif, untuk apa menambahkan hal-hal negatif dalam hidup? Seperti matematika, negatif tambah negatif, tentu hasilnya juga negatif.

Mulai Gaya Hidup Sehat

Tahu tidak sih, gaya hidup sangat berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik kita. Jika kamu selalu tidur larut malam, makan makanan yang tidak sehat, dan tidak pernah berolahraga, kesempatan kamu mengalami burnout akan lebih besar. Hal ini berhubungan dengan regulasi tubuh kita, baik hormon maupun biological clock sangat berpengaruh terhadap suasana hati dan otak. Faktanya, riset menunjukkan orang-orang yang tidak pernah berolahraga dan kurang tidur lebih cenderung untuk mengalami mood swings, kurang fokus, dan sebagainya.

Pertimbangkan Resign

Duh, di masa susah cari kerja gini malah ngomongin resign. Eits, jangan jadikan ketakutan-ketakutan kamu sebagai alasan untuk tidak mempertimbangkan resign. Kalau tempat kerjamu saat ini tidak memberikan kepuasan dan hanya membuat kamu semakin jatuh dengan kolega-kolega dan atasan toxic yang mungkin malah bisa bikin kamu toxic, ngapain bertahan?

Tentu saja akan lebih baik jika kamu mempunyai safety net seperti tabungan, tawaran kerja di tempat lain, dan sebagainya. Tetap saja, jika sudah tidak ada jalan keluar, mungkin resign akan lebih baik.

Itu dia beberapa tips supaya kalian terhindar dari burnout. Jika kamu sudah ditahap dimana pekerjaan membuat kamu terus-terusan berpikir atau terpikir untuk menghilang atau mengakhiri hidup, saatnya mencari pertolongan profesional ya, fellas! Ingat, investasi nomor satu adalah dirimu sendiri. Kamu tidak akan bisa mencapai apa-apa jika dirimu sendiri terancam ‘bangkrut’.