Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

5 Cara Belajar Pronunciation Tanpa Ribet Tapi Cepat dan Akurat!

Cara belajar pronunciation

lister.co.id – Sering tidak sih kita mendengar native speaker entah dari film, lagu, ataupun video youtube dan bertanya-tanya “ngomong apa sih?”. Bukan karena tidak jago berbahasa Inggris, tapi karena tidak ada subtitle atau lirik yang bisa kita baca sambil mendengarkan. Hal ini wajar kok, apalagi untuk pemula. Faktanya, mendengarkan itu tidak terbatas di kemampuan listening kita saja, tapi juga kemampuan speaking. Ini dikarenakan saat native speaker berbicara, mereka tidak mengucapkan atau membaca hurufnya satu-satu, sehingga, kalau kita tidak familiar dengan cara pengucapan sebuah kata, kita pasti akan kebingungan saat mendengarkan kata tersebut diucapkan. Contohnya kata colonel yang pengucapannya adalah kernel. Kan kalo kita cari kernel yang keluar artinya malah biji atau inti. Gimana gak bingung?

Gak bisa dipungkiri kalau bahasa Inggris tuh memang sering menyesatkan. Berbeda dari Bahasa Indonesia yang memiliki cara pengucapan yang sama dengan tulisan, bahasa Inggris sering ejaannya seperti apa, cara mengucapkannya lain lagi. Makanya, kita sebagai non-native¬¬ speaker¬ harus ahli tidak cuma di passive English alias membaca dan menulis, tapi juga dalam active English, yaitu berbicara dan mendengarkan. Di artikel hari ini, kita bakal membahas speaking dulu ya, tepatnya pronunciation atau pengucapan. Yuk, simak 5 cara cepat belajar pronunciation di bawah ini!

Pilih aksen yang ingin kamu gunakan

Ada banyak aksen dalam bahasa Inggris, tapi yang utama adalah British English dan American English. Jika kamu ingin terdengar seperti Justin Bieber atau Kim Kardashian, kamu bisa mempelajari American English. Tapi, kalau kamu ingin terdengar seperti Harry Poter, eh, Daniel Radcliff, British English cocok buat kamu. Kenapa harus memilih? Soalnya pengucapan kata-kata dalam British English itu berbeda dari American English. Nanti malah kamu yang membingungkan saat pidato atau berbicara dengan native speaker. Menguasai kedua aksen juga boleh banget kok, tapi kamu harus selalu sadar saat berbicara, bahkan menulis, aksen apa yang kamu gunakan. Intinya, be consistent.

Rajin-rajinlah menonton, mendengar, dan membaca

Lewat menonton, mendengarkan, dan membaca film, lagu, atau teks dalam bahasa Inggris, kamu menjadikan dirimu terbiasa dengan kata-kata bahasa Inggris. Selain itu, siapa sih yang bakal bosen nonton film seru atau mendengarkan lagu kesukaan mereka? Tips dari kita, saat menonton, jangan menyalakan subtitle bahasa Inggris, apalagi subtitle bahasa Indonesia. Coba dengarkan dan perhatikan mulut aktor-aktornya saat berbicara, kalau kamu kesulitan, diulang beberapa kali dan coba cari kata-kata apa yang mereka ucapkan. Dengan melakukan hal ini, kamu akan lebih ingat pengucapan kata tersebut seperti apa daripada hanya membaca kata tersebut di subtitle. Lalu, kalau kamu mulai membaca artikel, novel, cerita pendek, dan lain-lain dalam bahasa Inggris, kosa kata kamu akan jadi lebih banyak. Selalu cek cara pengucapan jika kamu menemukan kata baru atau kata yang kamu ragu cara pengucapannya seperti apa.

Rekam dan dengarkan dirimu sendiri

Terkadang, apa yang kita pikir kita dengar kita ucapkan ternyata terdengar sangat berbeda ditelinga orang lain. Untuk menghindari ini, kita bisa merekam diri kita sendiri saat kita berlatih mengucapkan sebuah kata. Dengarkan dan nilai apakah cara kita mengucapkan kata tersebut sudah sesuai dan mirip dengan yang kita dengarkan dari aktor dan aktris dari film kesukaan kita. Kalau belum sesuai dan kalian bingung bagaimana memperbaikinya, kalian bisa mencari di youtube, video tentang posisi lidah dan mulut saat mengucapkan kata tersebut.

Cari teman untuk partner berbicara

Apalah arti pengetahuan kalau tidak pernah digunakan? Biar kamu tidak lupa dengan semua kata-kata yang sudah kamu dapatkan lewat menonton, mendengarkan, dan membaca, sekarang saatnya kamu mencari teman yang bisa jadi lawan bicara. Minta dia menilai apakah pengucapan kamu sudah sesuai atau belum. Jika kamu bisa menemukan partner native speaker akan lebih bagus lagi, mereka akan bisa langsung menilai dan memberi saran bagaimana cara pengucapan yang benar. Tapi, kalau tidak juga tidak masalah, rekan yang sama-sama belajar juga akan bisa membantu kamu.

Ikut kegiatan yang memaksa kamu berbicara dalam bahasa Inggris

Kenapa? Biar kamu tidak malu-malu kucing lagi saat berbicara dalam bahasa Inggris. Pada tahu tidak kalau salah satu alasan kenapa banyak orang yang pronunciation-nya masih tidak bagus adalah karena mereka tidak mau dikatakan “sok native padahal masih banyak salah”. Padahal, kalau kamu sudah berani berbicara ‘sok native’, nanti ‘sok’-nya akan hilang sendiri kok. Dengan ikut English club dan komunitas di kampus, sekolah, atau bahkan kelurahan, kamu bisa menemukan teman belajar dan kamu mau tidak mau berbicara dalam bahasa Inggris saat ada pertemuan dengan mereka. Lumayankan untuk membangun mental dan melatih kemampuan kamu?

Aminkan dulu saja ya, fellas. Tidak ada yang lebih ampuh dari belajar langsung ke negara-negara yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa mereka sehari-hari. Dengan mengunjungi negara-negara berbahasa Inggris, kamu langsung terekspos dengan aksen mereka, mau tidak mau memakai bahasa Inggris, langsung dapat teman yang bisa dijadikan partner berbicara, dan live menonton dan mendengarkan native speaker.

Gimana? Cepat dan tanpa ribet kan? Jangan lupa latihan dan jangan pernah malu berbicara dalam bahasa Inggris walaupun kamu merasa pronunciation-mu masih jauh dari kata bagus. Selalu ingat kalau ini adalah bagian dari proses belajar. Semangat terus, fellas!

Baca juga artikel lainnya: